Minggu, 19 November 2017

TRAVELING REPORT #1 : PANTAI KELAPA RAPET LAM-SEL

TRAVELING REPORT #3 : PANTAI KELAPA RAPET LAM-SEL


REFRESING BERSAMA, HILANGKAN PENAT

Hari minggu yang menyenangkan bersama teman kantor. Pergi tamasya ke pantai Kelapa Rapet. Pantai indah yang terletak di pesisir lampung selatan. Setelah beberapa pekan berurusan dengan kantor. Capek juga. Kali ini kita tinggalkan urusan kantor. Menuju tempat kedamainan. Merasa hidup milik sendiri. Mengerjakan hal semau kita. Itulah refresing kali ini. Kesanku selama di pantai menyenangkan, and soo beautiful.
TIDAK RIBET,CUKUP NYARTER ANGKOT
Biaya rekreasi kali ini tidak mahal. Kita cukup janjian di patung gajah ( bandar lampung) trus carter angkot. Biaya sekali anter satu mobilnya hanya 50.000. cukup murah bukan. Itupun masih kita sokong berdelapan. Karena waktu itu yang ikut ada delapan orang. Perjalanan tidak memakan banyak waktu. Kurang lebih 45 menit. Jalannyapun sudah mulus. Pulang kita tidak perlu pusing-pusing. Pak sopirnya bersedia menjemput.


OMBAK YANG KECIL DAN RENANG DI PANTAI
Berbeda dengan pantai di laut selatan, pantai di lampung ini sangat enak buat berenang. Ombaknya yang sepoi-sepoi menemaniku berenang sambil melihat karang. Ada banyak ikan disana, ada yang berwarna dan lucu2. Aku juga berjumpa dengan nelayan yang sedang mencari ikan. Cumi-cumi, kata bapak penangkap ikan itu. Hari ini dia dapet cumi2. Cukup banyak. Rencananya kami beli untuk dimasak. Tapi sayang kita gak jadi beli. Karena lupa.
PULAU KECIL TAK BERPENGHUNI

Lebih chalenge lagi ketika kami pergi ke pulau kecil yang tak berpenghuni. Dengan naik perahu cukup dengan biaya tiga puluh ribu saja sudah bisa menikmati indahnya pasir putih di ujung sana. Hanya berdelapan lagi. Seperti privat picnic. Ternyata di pulau tak berpenghuni ini lebih indah. Airnya lebih bersih dari yang di Kelapa Rapet. Aku tergugah lagi untuk berenang disana,
Kami mencari bintang laut, saling cebur dan saling berlarian. Seperti anak kecil yang bergembira kegirangan. Waktu sudah siang. Aku kembali ke pantai semula. Kelapa Rapet. Sudah capek rasanya. Mandi dan ganti baju. Kemudian makan siang. Sambil menunggu jemputan, aku istirahat sebentar.

PELUANG WISATA NAMUN TIDAK DIKEMBANGKAN

Sebenarnya peluang wisata disini besar sekali. Keadaan yang cukup indah dan menyenangkan. Akses menuju ke daerah ini juga gampang dan jalannya sudah mulus. Namun sayangnya potensi pariwisata tidak dikembangkan. Masih banyak kekurangannya. Fasilitas yang kurang memadai seperti kamar man di yang seadanya. Tidak bersih dan penataan yang kurang. Tidak adanya hall ataupun gasebo untuk berteduh atau untuk acara2 kumpul2. Saya yakin apabila potensi ini dikembangkan. Maka akan banyak mendatangkan pendapatan daerah

Bagikan

Jangan lewatkan

TRAVELING REPORT #1 : PANTAI KELAPA RAPET LAM-SEL
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Alasan Kamu Harus Bergabung di Pendirian 212 Mart Al-Hikmah Bandar Lampung

Alasan Kamu Harus Bergabung di 212 Mart Al-Hikmah Bandar Lampung Desain by. canva Saya teringat cerita istri kala itu pada saat kami...